HUBUNGAN

Saat Di Luar Sana Masih Banyak Gadis yang Lebih Sempurna, Kamu Disini Masih Mencintai Aku Apa Adanya

Aku, kamu, dan semua kisah yang telah kita lalui bersama.

Saat aku dan kamu menjalin hubungan, aku dan kamu pernah merasakan cemburu, dan bertingkah menyebalkan, keras kepala, dan mau menang sendiri, terkadang tidak mau mendengar, dan tidak pintar menyembunyikan perasaan, namun itu semua sudah menjadi kebiasaan yang sering dilalui bersama. Dengan semua keburukan yang telah dilalui itu, aku terheran kenapa kamu sedikitpun tidak ada niatan untuk meninggalkan.

Ketika ada banyak sekali gadis yang lebih sempurna, mungkin saja kamu bisa tertarik kepadanya, tapi entah kenapa kamu masih berdiri disini bersamaku. Aku yang tak sempurna dan hanya apa adanya selalu berterima kasih kepadamu yang selalu bertahan sampai detik ini bersamaku.

Aku mungkin bukan orang yang selalu tampil cantik, penampilanku pun apa adanya. Tapi senyumanmu untukku selalu ada

Senyuman

Senyumanmu yang terkadang membuatku bahagia.

Walau kamu tahu bahwa gadismu ini terbiasa dengan pakaian apa adanya, aku bangun dengan tergesa-gesa karena berlomba dengan waktu masuk kuliah atau kerja, aku mengambil pakaian, lalu kemudian berangkat. Kamu masih berbaik hati bersamaku sampai saat ini.

Kamu menjemputku dengan senang hati di sela-sela kesibukanmu yang datang tanpa henti, di depan pintu rumahku kamu menungguku yang sedang bersiap walau bergerak lambat. Tanpa ada wajah kesal di dirimu, kamu tersenyum melihatku setiap kali mata kita berdua bertemu. Kamu bukakan pintu rumahku, menuntunku menuju kendaraanmu untuk pergi ke lokasi yang kita tuju.

Berjalan bersamamu menuju tempat aktivitas menjadi sarana berbagi cerita antara kita berdua. Aku dan kamu sering mengeluhkan apa yang terjadi di kantor atau kampus, ceritamu dan ceritaku selalu menghiasi perjalanan, sampai pada akhirnya kita mengira begini rasanya jadi orang dewasa.

Berangkat pagi pulang malam mungkin menjadi rutinitas yang mengerikan, namun menjalaninya denganmu menjadi terasa menyenangkan. Aku yang terkadang merasa lelah menjalani, dengan kehadiranmu, segala hal yang dijalani menjadi sungguh berarti.

Terkadang pertengkaran sering terjadi, membuat kita berdua menjadi orang yang keras hati. Namun sampai detik ini dirimu selalu ada dan menemani

Pertengkaran

Pertengkaran kadang membuat kita sadar tentang apa arti memiliki

Sebagai manusia biasa, pertengkaran yang datang diantara kita berdua memang sulit untuk dihindari. Kamu yang mengeluhkan kenapa aku selalu sibuk daripada mendengar cerita senangmu, aku yang menantikan ucapan janjimu yang berkata ingin mengajakku liburan sedari dulu. Tapi kemudian harus menyerah karena kesibukan yang terlalu membebani dirimu.

Kamu yang membuatku selalu menunggu dengan janji-janjimu, harus bersabar karena keadaan dan waktu.  Kamu yang selalu menerima apa adanya diriku, selalu membuatku tersenyum malu, disanalah aku menemukan penerimaan yang sering membuatku terharu. Meski pendampingan terkadang terasa membosankan, kamu tetap mengisi tempat kosong di samping bangku kananku.

Denganmu kutemukan penerimaan, disamping bahumu kutemukan sandaran yang terkadang menemani seharian. Terimakasih, atas segala penerimaanmu

Bersandar

Bersandar dipelukanmu, menyadarkanku apa artinya kenyamanan

Diriku yang selalu tampil apa adanya, tak sekalipun membuatmu memalingkan mata. Seketika diriku sedang menjadi gemuk, kamu yang selalu menemaniku hampir tidak pernah memasang wajah cemberut. Kau yang selalu memelukku dengan hangat, berbicara kecil sambil kau kecup lembut pipiku yang terkadang muncul jerawat disana dan disini.

Kamu yang selalu mengatakan aku cantik, walau aku yakin bahwa masih ada banyak gadis yang lebih cantik dari pada diriku. Kau selalu bilang tidak butuh apapun dari diriku, hanya rasa nyaman yang membuatmu berada disampingku, terimakasih selalu untukmu dariku. Kau yang tidak pernah memintaku untuk berubah, mendukung segala keinginanku dan ikut senang dengan hasil kerja kerasku, kamu memang orang nomor satu bagiku.

Baca Juga :  Menjalani Hubungan Tak Perlu Banyak Mengumbar Janji, Tapi Jalanilah Dengan Komitmen yang Tinggi

Disampingmu, impian-impian yang dulu kita mimpikan menjadi terasa mudah untuk didapatkan. Kau yang selalu menemaniku, membuat rutinitasku tak lagi terasa begitu memberatkan

Impian

Aku ingin menggapai semua impianku bersamamu

Aku tahu bahwa kesibukan membuat beban pikiran terasa berat untukmu. Tanggung jawabmu sungguh besar, tak bisa kamu tinggalkan dan juga tak bisa kamu hindari. Apapun yang terjadi, kamu selalu memastikan gadismu ini tak kekurangan apapun sebelum kita beruda duduk bersama di acara spesial kita nanti.

Kamu yang selalu mendengarkan segala apa yang aku ucapkan, apapun yang terasa menyakitkan, tapi memang harus diungkapkan, karena itu kebenaran. Setiap pertengkaran yang sering terjadi, membantu membuat hubungan ini memiliki pondasi yang kuat, untuk menopang rumah hati kita agar bisa berdiri tegak.

Kau genggam tanganku dengan sepenuh hati, tak membiarkan aku lepas berjalan sendiri, kau mendampingi disetiap persimpangan jalan yang kita lalui. Bersamamu aku mengerti, selalu ada hal yang layak untuk diperjuangkan, dan denganmu pun aku mengerti, selalu ada kisah yang pada akhirnya berakhir membahagiakan.

Walau terkadang jarak kita terbilang jauh, satu hal yang tak boleh kau ragukan, aku selalu mencintaimu dalam diam

Berdua Bersama

Bersamamu, aku bisa terbang jauh

Saat diluar sana ada banyak gadis yang lebih sempurna dari diriku, gadis yang selalu mempercantik dirinya, dan gadis yang bisa memanjakan perutmu dengan hidangan-hidangan lezatnya. Tapi kamu masih punya pilihan, kau bisa saja mencari gadis yang lebih baik, lebih cantik, bahkan lebih istimewa dari diriku.

Namun padakulah kamu memilih untuk berhenti, dan padaku lah kamu memilih untuk menetap, di jari manisku kau sudah mempersiapkan cincin yang kuharapkan selama ini. Apapun yang terjadi antara kita suatu saat nanti, aku hanya ingin kamu tahu bahwa aku selalu mencintaimu.

Dariku, untukmu, demi kita dan semua kisah yang telah kita lalui bersama.

Click to comment

Tinggalkan Balasan

To Top
error: Maaf, Dilarang Salin Konten Ini