in

6 Alasan Kenapa Menjadi Jomblo Adalah Momen Tepat Untuk Pengembangan Diri

4. Bebas mengeksplorasi dunia

Perempuan jomblo sedang jalan-jalan
Photo: Alexandr Podvalny dari Pexels

Ketika masih sendiri kamu butuh banyak pengalaman, dan itu bisa didapat ketika kamu jalan-jalan.

Jalan-jalan saat status menjomblo? Kenapa enggak? Lagipula jadi hemat biaya. Cukup bayar biaya untuk satu orang setiap datang ke suatu tempat.

Ada banyak tempat di dunia yang sangat indah dipandang. Jangan tutup dirimu di satu ruangan, eksplorasilah dunia dan jadikan dunia sebagai temanmu dalam proses pengembangan diri.

Ketika kamu jalan-jalan, perasaan apapun yang kamu rasakan saat menjomblo akan hilang. Kamu terbebas dari beban, serasa tubuh jadi melayang dengan keindahan alam dunia yang kamu pandang.

5. Lebih mengenal diri sendiri

Perempuan jomblo sedang menulis di buku
Photo: cottonbro dari Pexels

Ketika status masih sendiri, kamu memiliki lebih banyak waktu yang bisa dihabiskan sendirian. Dari sana kamu bisa lebih memahami siapa diri kamu dan apa yang kamu inginkan.

Saat status berpasangan, perhatianmu akan terfokuskan untuk pasangan, bagaimana memahaminya dan membuatnya senang serta lain-lainnya, lalu kamu akan melupakan untuk memahami dirimu sendiri.

Padahal memahami diri sendiri itu penting untuk pengembangan diri. Jika kamu tak paham dirimu sendiri, kamu akan merasa hilang arah tujuan hidup. Kamu tak tahu apa yang sebenarnya kamu inginkan.

Hidupmu adalah hidupmu. Kamu harus kenal dengan dirimu sendiri. Jangan sampai kehidupanmu dikendalikan oleh orang lain yang berbohong dengan bilang mereka lebih kenal kamu namun kenyataannya tidak.

Temukan dirimu, ketahui keinginanmu, lalu tetapkan tujuan hidupmu. Jangan sampai hidupmu dikendalikan oleh orang lain.

6. Lebih banyak waktu untuk keluarga

Pria bermain gitar sambil Berkumpul bersama teman-teman saat malam
Photo: Ronê Ferreira dari Pexels

Ketika kamu menjalin hubungan asmara dengan seseorang (sebelum ada ikatan pernikahan), perhatianmu secara tak sadar akan terus terfokuskan kepadanya.

Kamu akan merasa harus membuat pasanganmu senang, jika tidak kamu akan ditinggalkan olehnya. Jika kamu masih takut merasakan patah hati karena kurangnya memberikan perhatian untuk pasangan, lebih baik jomblo dulu.

Dengan menjadi jomblo, fokus perhatianmu bisa dimaksimalkan untuk keluarga. Dengan begitu hubunganmu dengan keluarga semakin erat. Hidup akan lebih bahagia ketika keluargamu juga bahagia.

Pribadimu akan berkembang menuju lebih baik lagi ketika kamu memprioritaskan keluarga dibandingkan pacar.

Kelak kamu akan menjadi pribadi yang akan selalu sayang dan memprioritaskan keluarga ketika kamu sudah menikah dan berumahtangga nantinya.

Kesimpulan

Pasangan hidup adalah cerminan diri sendiri. Jika dirimu masih perlu berbenah, maka pasanganmu juga demikian. Tak perlu dipaksa mempercepat menjalin hubungan jika mental dan sifat masih belum kuat.

Menjalin hubungan itu gampang, tapi apakah sudah siap bertahan ketika diterpa masalah bersama-sama? Sudah siap bekerja sama dengan pasangan mencari jalan keluarnya? Sabarkah ketika pasangan marah?

Perasaan siap itu kembali ke dirimu sendiri, jika kamu merasa siap maka jalinlah sebuah hubungan dengan seseorang. Jika merasa belum, tahan dulu.

Perlu Diingat:

Jangan lama menjomblo. Jika sekarang sedang menjomblo, jadikan waktu tersebut untuk pengembangan diri menuju lebih baik lagi. Jika sudah merasa dirinya siap, maka carilah pasangan.

35 Game Pertanian PC dan Android Terbaik, Seperti Merasakan Pengalaman Bertani Sungguhan!

40 Manhwa Terbaik Dengan Cerita Seru yang Pastinya Bisa Menghiburmu!