in

7 Cara Ini Bantu Kamu Bangkit dari Kesedihan Karena Patah Hati

Apapun bentuknya dan seberat apapun situasinya, kamu bisa bangkit dari kesedihan. Termasuk kesedihan karena patah hati.

Hubunganmu dengan dirinya mungkin sudah berpisah sejak lama, dan perpisahannya mungkin saja membuatmu terluka.

Luka masa lalu yang menghinggap lama membuatmu menjalani hidup tanpa rasa, apapun yang ingin kamu lakukan jadi tidak bersemangat.

Patah hati karena cinta membuatmu tak lagi percaya dengan yang namanya cinta, karena dulu kamu pernah dibuatnya kecewa.

Silahkan saja kamu menangis mengeluarkan segala isi hatimu yang sedang sedih itu, namun jangan sampai rasa sedihmu kamu alami sepanjang waktu.

Jadikanlah itu hanya sebentar saja, lalu esoknya semangat lagi seperti biasanya.

Rasa sedih karena patah hati bisa kamu manfaatkan untuk menjadi energi positif untukmu melakukan hal-hal baru yang buatmu berkembang.

Daripada kamu menangis terus seharian, bukankah lebih baik tenagamu itu dicurahkan ke hal-hal yang lebih bermanfaat?

Beberapa cara yang Wokeeh berikan ini bisa bantu kamu bangkit dari kesedihan karena patah hati.

Menjadikannya sebuah motivasi terbaik untukmu memulai hal-hal baru, agar kamu bisa melangkah maju.

1. Hapus segala bentuk postinganmu bersama dirinya di sosial media, bersihkan sosial mediamu dari hal-hal yang tak perlu

Selective focus photography of person using iphone x
Hapus kenangan di sosial media | Photo: Kerde Severin dari Pexels

Kenanganmu bersamanya bisa saja tak hanya tergambar jelas dipikiran, bisa di sosial media dalam bentuk postingan berupa gambar dan video misalnya.

Jika kamu tak lagi ingin memikirkan dirinya, langkah terbaik untuk bangkit dari kesedihan adalah menghapus segala kenanganmu bersamanya di sosial media.

Bukan hanya dirinya saja, orang lain yang tak memberikan dampak positif kepadamu di sosial media sudah sebaiknya kamu unfollow atau unfriend.

Jangan lupa jauhi juga kebiasaanmu menulis status di sosial media dengan hal-hal berbau kegalauan.

Mulai sekarang ubah statusmu dari galau menjadi postingan yang bermanfaat untuk orang lain.

Dengan begitu hidupmu yang dulu terasa aura negatif bisa jadi lebih mengarah ke hal-hal yang positif.

2. Punya barang pemberian dari dirinya? Jangan dulu dibuang, kamu berikan saja ke orang lain yang membutuhkan, justru itu lebih bermanfaat daripada kamu terus menyimpannya

Girlfriend passing protective mask to boyfriend
Berikan ke orang lain | Photo: Gustavo Fring dari Pexels

Untuk bangkit dari kesedihan yang kamu rasakan, bukan hanya di sosial media saja kamu menghapus segala kenangan tentang dirinya.

Hadiah pemberiannya pun juga perlu ikut dibersihkan agar kamu tak lagi terus-terusan memikirkannya.

Daripada kamu buang, lebih baik pemberiannya kamu berikan ke orang-orang yang lebih membutuhkan.

Justru itu lebih membuat hidupmu bermanfaat untuk orang lain.

Patah hati bukan selalu soal kamu harus menyendiri dan terus-terusan galau.

Rasa patah hati yang kamu rasakan sudah seharusnya dialihkan ke hal yang lebih bermanfaat, seperti memberikan hadiah pemberian dari dirinya ke orang yang membutuhkan contohnya.

Sambil kamu membersihkan kenangan tentang dirinya, sambil juga kamu memberikan kebahagian kepada orang lain.

3. Patah hati jangan buat kamu terus menyendiri, coba alihkan tenagamu untuk olahraga lari sambil menghirup udara pagi

Woman girl silhouette jogger
Sibukan diri dengan olahraga | Photo: Pixabay

Kegalauan yang kamu rasakan jangan terus kamu pendam didalam hati, jangan juga buat kamu terus menerus menyendiri.

Mulai detik ini coba kamu bangun pagi lalu olahraga lari sambil menghirup udara pagi.

Patah hati itu membuat hatimu menjadi semakin keruh lho, dan menyendiri membuat hatimu jadi semakin sempit.

Tapi dengan olahraga lari membuat badan dan hatimu menjadi lebih baik. Badan dan pikiran pun jadi kembali lebih segar.

4. Pikiranmu perlu diisi dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat, agar pikiranmu tak lagi terus menerus memikirkan dirinya

Woman in yellow sweater while reading a book
Perbanyaklah baca buku | Photo: Andrea Piacquadio dari Pexels

Jangan lama menyendiri dengan pikiran yang kosong, karena itu adalah celah masuk kenangan masa lalumu untuk kembali ke pikiranmu lagi.

Dengan kamu tidak memikirkan apa-apa, kamu akan dengan sendirinya mencoba-coba memikirkan tentangnya lagi, walau sebelumnya tak ada niatan untuk itu.

Jika itu sampai terjadi, usahamu bangkit dari kesedihan agar bisa melupakan dirinya akan sia-sia saja kalau begitu.

Tapi dengan memberikan isi kepalamu dengan ilmu-ilmu yang bermanfaat, kamu jadi bisa lebih memikirkan hal-hal lain yang bisa jadi membantu dirimu berkembang lebih baik lagi.

Seperti contohnya mengikuti kursus, maka pikiranmu akan terus disibukan dengan pelajaran yang kamu terima sehingga tak ada celah untuk masa lalumu masuk kembali ke pikiranmu lagi.

5. Sudah banyak orang yang menciptakan karya dari kegalauannya, kamu pun juga bisa mengikuti langkah mereka

Woman in gray long sleeve shirt reading book
Membuat sebuah karya | Photo: Andrea Piacquadio dari Pexels

Banyak orang yang menciptakan karya dari kegalauan-kegalauan yang pernah mereka rasakan.

Contoh saja Raditya Dika yang membuat berbagai judul buku tentang beberapa kegalauan yang pernah dia rasakan.

Akan menjadi lebih baik jika kamu juga bisa mengikuti jejaknya.

Jika kamu masih merasa galau sampai saat ini, coba mulai alihkan kegalauanmu tersebut menjadi sebuah cerita misalnya, bisa dalam bentuk buku, video, atau lagu.

Bukankah itu lebih bermanfaat dibandingkan menyendiri dan terus-terusan menangis?

6. Kegiatan sehari-harimu yang dulu selalu digunakan untuk jalan bersamanya, bisa kamu ubah menjadi kegiatan yang memberikan dampak baik untukmu sendiri

Cheerful senior mother and adult daughter using smartphone
Membantu orang lain | Photo: Andrea Piacquadio dari Pexels

Jika keseharianmu dulu diisi oleh kegiatan-kegiatan bersama dirinya, mulai sekarang bisa kamu ubah menjadi kegiatan-kegiatan yang bisa memberikan dampak baik untuk kehidupanmu sendiri.

Misalnya membantu orang lain, sampai gabung dengan organisasi sosial yang positif.

Atau bisa juga memulai kegiatan bersama teman atau keluarga, lebih baik lagi jika keseharianmu bisa digunakan untuk membantu orang tua.

Bukankah lebih berfaedah dibandingkan terus-terusan merasakan galau seharian?

7. Coba mulai alihkan tenagamu untuk menggapai segala cita-cita yang dulu pernah kamu mimpikan

Men wearing black suit jacket and pants
Meraih cita-cita | Photo: Mentatdgt dari Pexels

Daripada menggunakan seluruh tenaga hanya untuk memikirkan dirinya, lebih baik kamu gunakan untuk menggapai segala cita-cita yang dulu pernah kamu mimpikan.

Kamu bisa gunakan tenagamu untuk berusaha bekerja keras agar segala impianmu dulu bisa terwujud sesegera mungkin.

Coba bayangkan jika tenagamu habis hanya karena terus-terusan memikirkan tentang dirinya, bukankah itu tak ada gunanya?

Lagipula kamu tidak dapat untung apa-apa jika terus menerus memikirkan dirinya.

Coba mulai hari ini buat hidupmu lebih bermanfaat dengan melakukan hal-hal yang positif yang bisa membuat kehidupanmu maju dan berkembang menjadi lebih baik.

Bangkit dari kesedihan bisa berjalan cepat, tergantung dari niatanmu untuk menghilangkan segala pikiran tentangnya yang telah menyakitimu.

Yuk jadikan rasa sakit hati jadi motivasi untuk diri sendiri menjadi lebih baik lagi.

Ayo move on!

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

Loading…

0

5 Saran Ini Bisa Bantu Kamu Move On Dari Luka Masa Lalu

5 Tips Menghadiri Pernikahan Mantan Pacar, Agar Kamu Tidak Canggung Berlebihan