in

Mau Menikmati Hidup yang Lebih Bahagia? Cukup Hilangkan 9 Hal Berikut Ini!

Siapapun pastinya ingin menikmati hidup lebih bahagia bukan?

Kebahagiaan mudah untuk dicari, tapi ketika dijalani empat sampai tujuh hari langsung bersedih lagi.

Pernah mengalami? Kenapa kok bisa begitu? Begini penjelasannya.

Faktor kehidupan adalah alasan utama yang membuatmu merasa sedih.

Banyaknya rintangan dalam hidup terkadang bisa membuat seseorang overthinking terhadap sesuatu, yang dimana itu dapat mengarah ketidakmampuan mengatasi masalah tersebut, sehingga berakhir sedih.

Jika kamu bosan dengan situasi tersebut, tenang. Ada cara untuk mengatasinya.

Berikut beberapa hal yang memang perlu kamu jauhi bahkan hilangkan di hidupmu jika ingin menikmati hidup lebih bahagia.

1. Berhentilah menilai diri sendiri dari apa yang orang lain katakan

Tiga wanita memegang cangkir sedang duduk di acara seminar
Kamu lebih dari yang kamu kira | Photo: Pexels

Saat sedang merasa sudah melakukan yang terbaik di hidup, pasti akan selalu ada kritik yang datang.

Kritik tersebut selalu datang dengan dua macam, kritik yang membangun dan yang merendahkan.

Ketika kamu menerima kritik tersebut, yang kamu perlu lakukan adalah mengelolanya, bukan menerima lalu disimpan di dalam hati.

Katakanlah kamu mengikuti lomba memasak, lalu juri mengkritikmu dengan kritikan pedas kalau makananmu terasa pahit dan kurang rasa.

Yang perlu kamu lakukan adalah mengelola kritik yang kamu dengar untuk dijadikan bahan pelajaran agar tidak melakukan kesalahan yang sama lagi.

Kritik tidak boleh disimpan di dalam hati. Cukup di dengar lalu dijadikan bahan perbaikan.

Jika menerima kritik lalu kamu simpan ke dalam hati, secara tidak disadari kamu akan menerima sugesti kalau kamu tidak berbakat memasak.

Jangan menilai diri dari penilaian orang lain, menurut orang lain nilaimu itu 5, kenyataannya kamu adalah 9.

Bahkan 10, jika kamu percaya diri kalau kamu bisa melakukan hal yang menurut orang lain tidak bisa dilakukan.

Tidak apa-apa jika dinilai orang lain buruk, jangan bersedih dan dipikirkan.

Ingat saja kalau mereka bukanlah pengatur di hidupmu, kamu sendirilah yang mengaturnya.

Kendali seluruhnya ada ditanganmu, penilaian orang lain tidak boleh mengubah aturan hidup yang sudah kamu jalani.

Kalau kamu suka ini/itu tapi orang lain tidak, ya tidak masalah. Dimanapun selalu ada perbedaan, jadi nikmati saja.

2. Ingin nikmati hidup? Janganlah takut dan gelisah ketika keluar dari zona nyaman

Wanita sedang memegang bunga di taman
Keluar zona nyaman itu bagus | Photo: Pexels

Kamu tidak akan bisa menikmati hidup lebih tenang dan bahagia apabila menyimpan perasaan takut dan gelisah ke sesuatu yang belum kamu jalani atau ketahui.

Seperti keluar dari zona nyaman misalnya, keluar dari zona nyaman adalah melakukan sesuatu yang sebelumnya tidak biasa kamu lakukan, istilahnya adalah perubahan.

Merasa takut dan gelisah memanglah wajar ketika kamu keluar dari zona nyaman, tapi jangan buat perasaan tersebut tersimpan lama.

Perasaan takut di awal keluar zona nyaman itu hal biasa, lama-kelamaan juga rasa takut itu akan hilang ketika sesuatu yang baru saat keluar zona nyaman terus kamu lakukan.

Yang paling penting saat diawal, janganlah merasa takut akan sesuatu yang belum dijalani, jatuhnya akan membuatmu gelisah setiap saat.

Usahakan nekat dan berani saat awal keluar dari zona nyaman. Ketika sering dijalani, lama-kelamaan perasaan takut itu juga akan hilang.

3. Jangan menyimpan perasaan bersalah ataupun penyesalan akan masa lalu

Wanita bersedih sedang duduk
Masa lalu hanyalah masa lalu | Photo: Pexels

Masa lalu tidak akan bisa dihapuskan, karena itu adalah bagian dari hidup.

Ketika kamu melakukan sebuah kesalahan dan timbul suatu penyesalan, jangan biarkan penyesalan tersebut tersimpan dipikiranmu terlalu lama.

Coba move on dan perbaiki diri dari kesalahan yang dulu pernah kamu perbuat.

Memikirkan suatu kesalahan yang membuatmu menyesal terus menerus tidak akan membuat hidupmu menjadi tenang, bahkan mungkin kamu akan selalu merasa bersalah walau kesalahan itu sudah lama dilakukan.

Kamu hanya perlu memaafkan dirimu sendiri dan memberikan kesempatan baru untuk memperbaiki kesalahan yang telah diperbuat.

Jika kesalahan tersebut dilakukan ke orang lain? Ya kamu hanya perlu meminta maaf kepada mereka.

Jangan biarkan rasa bersalah dan penyesalan dari masa lalu merenggut kebahagiaanmu baik sekarang ataupun di masa depan.

Hadapi masalah itu, perbaiki, lalu jangan ulangi kembali.

Ketika itu dilakukan, 100% kemungkinan hidupmu akan lebih tenang dan lebih bahagia dari sebelumnya.

4. Nikmati hidup walau disekitar tidak sesuai seperti yang diinginkan

Wanita di taman
Nikmatilah | Photo: Pexels

Pernahkah kamu merasa kalau dunia ini begitu banyak hal yang negatif dibandingkan hal positifnya?

Seperti perdebatan, korupsi, pertengkaran, dan lain-lainnya yang biasanya kita lihat di media.

Dan kamu merasa kalau dunia ini begitu banyak orang yang jahat dibandingkan orang yang baik.

Jika kamu berpikir begitu, maka kamu salah besar.

Pada kenyataannya, seseorang yang berpikir kalau dunia ini begitu kejam atau lebih banyak hal negatif daripada positifnya adalah karena itu dipengaruhi oleh media, seperti televisi, koran, dan lainnya.

Media mengangkat berita negatif dan menjadikannya konsumsi publik adalah karena berita negatif lebih laku dibandingkan berita positif.

Kenyataannya lagi di dunia ini ada banyak sekali hal-hal positif yang bisa kita lihat dari mata kita sendiri.

Kalau kamu merasa hidupmu tidak bahagia karena di kelilingi oleh hal-hal yang negatif, maka segeralah buka matamu dan jauhi informasi dari sudut pandang media.

Cari dan keluarlah dari rumahmu, maka kamu akan menemukan banyak hal positif dan baik disekitar.

5. Jika ingin hidup tenang dan bahagia, maka jauhilah sifat iri

Emoticon marah Facebook di smartphone
Jauhi sifat iri | Photo: Pexels

Perasaan iri dan cemburu atas kesuksesan orang lain bisa membuat hidupmu menjadi tidak bahagia.

Jangan bandingkan hidupmu dengan hidup orang lain, karena setiap orang punya jalan hidupnya masing-masing.

Tidak semua orang punya cerita hidup dan kesulitan yang sama.

Satu-satunya yang harus kamu bandingkan bukanlah orang lain, tapi dirimu di masa lalu.

Jangan merasa iri terhadap kesuksesan atau kebahagiaan orang lain.

Ingat tidak semua hidup seseorang yang tampaknya bahagia berarti bahagia sesungguhnya, bisa jadi sebaliknya bukan? Hanya saja kamu tidak mengetahuinya.

Cobalah untuk bersyukur dengan apa yang sudah kamu dapatkan di hidupmu.

Jika ada orang lain atau temanmu yang lebih bahagia dan sukses darimu, maka rayakanlah kesuksesan mereka bersama-sama.

Tidak perlu iri, karena iri tidak membuatmu terlihat lebih baik dari mereka yang telah sukses.

Perbaiki diri dan berusaha lebih keras adalah cara terbaik jika kamu ingin lebih sukses dari mereka.

6. Jangan kejar kesempurnaan, karena pada dasarnya kita tidak diciptakan untuk menjadi sempurna

Wanita memakai topi
Jangan kejar kesempurnaan | Photo: Pexels

Memperbaiki diri untuk menjadi lebih baik itu adalah sesuatu yang bagus untuk dilakukan.

Tetapi jangan juga sampai membuatmu stres hanya karena ingin mencapai kesempurnaan.

Menjadi lebih baik juga sudah cukup, dan tidak perlu sampai memikirkan untuk menjadi sempurna.

Ingat tidak ada seseorang yang hidupnya sempurna, pasangan sempurna, tubuh sempurna, pekerjaan sempurna, dan lainnya.

Semuanya hanyalah berusaha untuk menjadi lebih baik. Jangan terobsesi untuk memiliki hidup yang sempurna.

Apapun yang kamu miliki baik itu kelebihan maupun kekurangan, kamu hanya perlu mensyukurinya saja.

Karena pada dasarnya kita tidak diciptakan untuk menjadi sempurna, tapi untuk menjadi lebih baik dari sebelumnya.

7. Jika ada banyak tugas, jangan paksakan diri sendiri untuk mengerjakan seluruhnya, jangan malu untuk minta bantuan

Tiga orang sedang berdiskusi pekerjaan
Jangan malu minta bantuan | Photo: Pexels

Punya keinginan untuk mengerjakan seluruh tugas sendirian itu bisa membuatmu stres.

Memang jika dikerjakan sendiri akan lebih cepat selesai, tapi beban kesulitannya juga semakin berat.

Pikiranmu akan terkuras habis-habisan hanya untuk mengerjakan satu tugas ke tugas berikutnya.

Jika kamu punya teman yang juga mengerjakan tugas yang sama, kenapa tidak mengerjakan bersama-sama?

Justru itu akan memudahkan pekerjaan dan mengurangi resiko stres berlebih.

Jika tidak ada teman tugas bersama, ya minta bantuan kepada yang ahli.

Jika kamu ingin menikmati hidup tanpa merasa stres, jangan paksakan diri untuk mengerjakan tugas seluruhnya. Mintalah bantuan.

8. Jika ingin hidup tenang, jangan terlalu sering cek media sosial

Sosial media di smartphone
Jangan sering cek sosial media | Photo: Pexels

Sosial media memiliki dampak positif dan juga negatif.

Positifnya kamu bisa berbagi cerita dengan sahabat, keluarga, dan pasangan.

Negatifnya kamu akan terbawa oleh arus pemikiran atau gaya hidup orang lain (bisa itu baik atau buruk).

Seperti ketika kamu merasa tidak mensyukuri hidup hanya karena melihat sebuah foto orang lain dengan kemewahannya di sosial media.

Hal negatif yang terdapat di sosial media adalah ajang pamer satu sama lainnya.

Ketika kamu melihat seseorang mempunya ini/itu yang wah, kamu pun tentunya juga akan menginginkannya.

Dan mulai-mulai merasa kalau hidupmu biasa-biasa saja tidak seperti dia yang memposting sesuatu wah di sosial medianya.

Akhirnya pun kamu menjadi tidak bersyukur dengan hidup dan apapun yang sudah kamu miliki.

Sosial media juga bisa mengubah sifat seseorang, yang tadinya santai menjadi proaktif.

Yang tadinya penyayang menjadi pembenci, hanya karena melihat dan membaca sesuatu yang tidak sesuai atau kesalahan informasi (hoax).

Akan lebih tenangnya apabila kamu tidak terlalu sering cek media sosial.

Jika ingin berjumpa dengan teman, tidak perlu harus terus-terusan di sosial media, temuilah dengan bertatap muka.

9. Putuskanlah hubungan jika hubunganmu dengan pasangan sudah tidak sehat

Pasangan sedang bertengkar di taman
Katakanlah putus | Photo: Pexels

Hubungan dengan pasangan tidak selalu berjalan mulus, terkadang ada naik dan turunnya seiring dengan berjalannya tahun.

Jika hubungan sudah tidak sehat dan membuatmu merasa sakit hati dan berujung stres, akan lebih baik jika hubunganmu dan dia disudahi saja.

Memang berat untuk melepaskan, tapi lebih berat lagi jika hidup dengan penyesalan hanya karena bertahan di satu orang yang salah.

Jika ingin lebih menikmati hidup dengan tenang dan damai, cobalah untuk mencari pasangan yang bisa menenangkan hatimu.

Kamu menikmati hidupmu atau tidak, hanyalah kamu yang bisa memastikannya.

Karena hidupmu hanyalah kamu sendiri yang menjalani, dan kamu sendiri yang mengatur keseluruhan ceritanya ingin bagaimana.

Beberapa hal diatas tadi bisa kamu jadikan panduan jika suatu saat nanti kamu menemui beberapa masalah sama seperti diatas yang membuat hidupmu menjadi tidak tenang.

Jika kamu merasa stres, coba beristirahatlah dan jangan memaksakan diri.

Jangan lupa juga berolahraga, karena tubuh yang sehat membuat pikiran menjadi jernih.

Pikiran jernih, hidup pun lebih terasa ringan, sehingga kamu bisa nikmati hidup mu dengan santai tanpa terbebani berbagai macam pikiran.

Yuk menikmati hidup kita secara senang dan bahagia, ditambah perasaan syukur.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Loading…

Loading…

0

Ini Dia Alasan Kenapa Masakan Rendang Padang Itu Rasanya Enak!

Ini Dia 5 Penyebab Selingkuh yang Patut Diwaspadai!